Ketebalan Perkerasan Lentur Dengan Metode AASHTO 1993 Dan Manual Perkerasan Jalan 2017

Authors

  • Ida Farida Sekolah Tinggi Teknologi Garut
  • Ghafar Noer Hakim

DOI:

https://doi.org/10.51988/vol1no1bulanjulitahun2020.v2i1.30

Keywords:

Pavement, Flexible pavement, Pavement Thickness

Abstract

Abstrak Perkerasan jalan yaitu struktur lapis yang terletak diatas tanah dasar terdapat lapisan pondasi atas serta pondasi bawah yang setiap Lapisan terdiri dari agregat-agregat yang dipadatkan yang memiliki fungsi untuk menyalurkan tegangan akibat beban roda. Terdapat 3 perkerasan jalan, perkerasan aspal atau lentur, perkerasan beton/kaku (rigid pavement) serta perkerasan komposit (Composit pavement). Dalam menentukan ketabalan perkerasan lentur terdapat beberapa metode untuk digunakan, termasuk pada penelitian ini mengunakan metode AASHTO 1993 serta metode Manual Perkerasan Jalan 2017. Lokasi penelitian ini terletak di jalan alternatif kota dalam Leles Kecamatan Leles Kabupaten Garut, Jawa Barat. Data yang digunakan untuk penelitian ini  data sekunder Detail engineering desain (DED) 2012 yang diperoleh dari instansi Bina Marga Kabupaten Garut. Penelitian ini berfokus pada perbandingan ketebalan antara kedua metode yang digunakan kemudian dibandingkan dan memilih metode yang paling efesien. Dari  hasil perhitungan yang telah dilakukan  menggunakan umur rencana 20 tahun dan menggunakan bahan yang sama pada setiap lapisan, metode AASHTO 1993 menghasilkan total tebal sebesar 55 cm, dan metode Manual Perkerasan Jalan 2017 menghasilkan ketebalan sebesar 35 cm. Dari hasil yang didapat, metode AASHTO 1993 memiliki ketebalan yang lebih besar dari pada metode Manual Perkerasan Jalan 2017. Maka jika digunakan pada perencanaan ketebalan perkerasan jalan, metode Manual Perkerasan Jalan 2017 akan lebih efesien.

References

C. C. Mantiri, T. K. Sendow, and M. R. . Manoppo, “Analisa Tebal Perkerasan Lentur Jalan Baru

Dengan Metode Bina Marga 2017 Dibandingkan Metode Aashto 1993,” J. Sipil Statik, vol. 7, no. 10,

pp. 1303–1316, 2019.

R. Mandala and I. Farida, “Berdasarkan Hubungan Antara Ketidakrataan Permukaan Jalan ( Iri ) Dan

Indeks Kondisi Jalan ( Rci ),” J. Konstr., vol. 14, no. 1, pp. 57–66, 2016.

M. Nauval, A. Aris, G. Simbolan, and B. H. Setiadji, “METODE BINA MARGA STUDI KASUS : (

RUAS JALAN PIRINGSURAT – BATAS KEDU TIMUR ),” vol. 4, no. 02, pp. 380–393, 2015.

N. Pradani and M. Sadli, “Analisis Perancangan Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Pd

T-01-2002-B , Metode Manual Desain Perkerasan ( MDP ) dan Metode Nottingham Pada Ruas Jalan

I Gusti Ngurah Rai Palu,” J. Fropil, vol. 4, no. 2, pp. 140–155, 2016.

A. Kholiq, “Jurnal J-ENSITEC, 01 (2014) PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR

JALAN RAYA ANTARA BINA MARGA DAN AASHTO ’93 (STUDI KASUS: JALAN LINGKAR

UTARA PANYI NG KI RA N- B ARI BIS AJ AL E NGKA),” J. J-ENSITEC, vol. 01, pp. 43–51,

S. Sukirman, Perencanaan Tebal Struktur Perkerasan Lentur. 2010.

A. Tjan and R. H. S. Al-Ghifari, “Kajian Temperatur Rata-rata Tertimbang (WMAPT) Pada Desain

Perkerasan Lentur Studi Kasus Ruas Cikampek-Pamanukan Sta 20+100,” J. Teor. dan Terap. Bid.

Rekayasa Sipil, vol. 27, no. 2, pp. 185–196, 2020, doi: 10.5614/jts.2020.27.2.9.

M. A. Febriansyah, D. Ratnaningsih, and U. Subagyo, “PERENCANAAN ULANG PEKERASAN

LENTUR HOLDINGBAY PADA AREA N1 DAN N7 BANDAR UDARA INTERNASIONAL

JUANDA SURABAYA,” JOS-MRK, vol. 1, no. 1, pp. 24–29, 2020.

M. Y. Permana, A. A. G. Sumanjaya, and U. Warmadewa, “Perencanaan perkerasan pada ruas jalan

dari simpang jalan gatot subroto barat sampai simpang jalan gunung soputan denpasar,” Paduraksa,

vol. 8, no. 1, pp. 51–69, 2019.

I. N. Hakim, B. Kushari, J. T. Sipil, and U. I. Indonesia, “KAJI ULANG DESAIN TEBAL

PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN PAKEM-PRAMBANAN UNTUK

MENGANTISIPASI,” no. 02, pp. 1–8, 2019.

Anisarida, A. A., Hafudiansyah, E., & Kurniawan, E. (2020). Perencanaan Tebal Perkerasan Ruas Jalan A Di Kabupaten Lebak. Jurnal Teknik Sipil Cendekia (JTSC), 1(1), 1-14.

Downloads

Published

2021-02-28

Issue

Section

Articles